Bunda Tahu Cara Mendiagnosis Alergi pada Bayi?

Sebagai orang tua, alergi pada bayi pastinya akan membuat Anda khawatir. Munculnya gejala alergi pada bayi biasanya ditandai dengan bentol-bentol merah pada kulit. Namun, gejala tersebut belum dapat dipastikan terjadi karena alergi. Anda perlu melakukan tes alergi agar dapat mengetahui penyebab terjadinya alergi. Dengan mengetahui alergen, Anda akan mudah mencegah munculnya gejala alergi pada bayi.

Gejala alergi
Gejala alergi yang sering dialami oleh bayi adalah gatal, sering batuk dan pilek serta sesak napas. Selain itu gejala alergi juga dapat ditandai dengan munculnya bentol-bentol kemerahan pada kulit atau biduran, kelopak mata dan bibir membengkak, serta kulit kemerahan, kering, dan gatal. Munculnya alergi juga dapat ditandai rasa mual, nyeri perut, serta diare berulang kali.
Gajala-gejala tersebut belum dapat dipastikan terjadi karena alergi. Anda harus melakukan pengecekan ke dokter untuk memastikan apakah gejala tersebut muncul karena alergi. Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik untuk memastikannya.

Selain itu, dokter juga akan menanyakan tentang ada tidaknya riwayat alergi pada keluarga. Jika telah dipastikan gejala tersebut merupakan akibat alergi, Dokter kemudian akan melakukan pengecekan untuk menemukan pencetus alergi atau alergen. Alergen dapat diketahui dengan melakukan pengecekan terhadap riwayat penyakit yang diderita oleh anak. Selain itu, dokter juga dapat melakukan tes alergi untuk menentukan jenis alergen.

Melakukan tes alergi
Bersumber dari Cekalergi, cara yang biasanya dilakukan untuk mendiagnosis alergi adalah dengan melakukan tes alergi. Ada 2 jenis tes alergi yang biasanya dilakukan yaitu tes kulit dan pemeriksaan darah. Jenis tes kulit yang biasanya dilakukan untuk mendeteksi alergi pada anak adalah adalah skin prict test (SPT).

Tes SPT dapat dilakukan pada bayi usia 4 bulan ke atas. Harga tes ini juga relatif terjangkau, tetapi hasil tes dapat dipengaruhi oleh obat-obatan seperti antihistamin. Sebelum melakukan tes SPT, Dokter akan meminta anak tidak mengkonsumsi obat tersebut selam 3-7 hari.

Tes SPT dilakukan dengan meneteskan cairan berisi beberapa jenis alergen kemudian mencukit ujung jarum ke permukaan kulit. Hal ini dilakukan agar alergen dapat masuk ke dalam kulit. Setelah 15 menit, dokter akan memeriksa reaksi kulit, apakah muncul bentol kemerahan di kulit. Sedangkan tes pemeriksaan darah dilakukan dengan memeriksa IgE terhadap alergen tertentu. Tes ini dapat dilakukan oleh siapa saja dan hasil tes tidak dipengaruhi oleh obat-obatan. Namun, harga dari tes ini relatif lebih mahal.

Meskipun pemeriksaan tes alergi menunjukkan hasil positif, tetapi belum dapat dipastikan alergen tersebut merupakan penyebab alergi. Butuh pemeriksaan lebih dalam untuk menentukan penyebab pasti munculnya alergi. Biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan mendalam dengan mengaitkan gejala dan riwayat penyakit dari anak.

Cara yang dapat dilakukan untuk menentukan alergen secara pasti adalah dengan uji eliminasi dan provokasi. Dokter akan meminta anak tidak mengkonsumsi makanan yang diduga sebagai penyebab alergi selama beberapa hari. Apabila gejala alergi mulai menghilang, dokter kemudian akan meminta anak mengonsumsi makanan tersebut secara bertahap. Jika gejala alergi muncul kembali, maka dipastikan makanan tersebut merupakan penyebab alergi pada anak.

Jenis alergi yang biasanya dialami oleh bayi adalah alergi susu sapi. Hal ini tentunya membahayakan mengingat susu formula penting diberikan untuk melengkapi kebutuhan nutrisi pada anak. Saat ini Anda tidak perlu khawatir lagi karena Morinaga memproduksi susu Morinaga soya.

Morinaga soya terbuat dari kedelai, sehingga tidak menimbulkan reaksi alergi pada anak. Selain itu, Morinaga soya juga memiliki nutrisi yang lengkap untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan maksimal, serta kecerdasan multitalenta.